Sate Memeng: Kuliner Medan yang Wajib Dicoba

Sate memeng

Waktu saya ke Medan menemani nenek saya Desember 2017 lalu, saya diajak berwisata kuliner. Kebetulan nenek saya lama tinggal di Medan, jadi Beliau tau seluk beluk kota Medan dan kulinernya. Dari semua makanan yang saya coba, Sate Memeng lah yang masih terbayang rasanya sampai sekarang. Kalian suka sate madura? atau kalian suka sate padang? Kalo iya, kalian wajib mencoba sate yang satu ini. It’s more than that. Saya jamin, kalian pasti ketagihan seperti saya. Saking ketagihannya, saya sampai lupa mendokumentasikannya :(. Tapi saya akan mengambil foto dari internet supaya kalian ada bayangannya ya. Well, langsung aja yuk bahas apa yang buat saya sangat menyukai sate khas medan ini.

Satu-satunya di Medan

warung sate memeng
Foto cr: detik.com

Sate Memeng sudah berdiri lama sejak tahun 1945. Sate Memeng merupakan sate yang cukup spesial, karena dia tidak membuka cabang dimanapun. Bahkan saat saya makan disana, terdapat spanduk besar yang bertuliskan “Sate Memeng tidak memiliki cabang”, ya kurang lebih tulisannya begitu soalnya saya lupa memfoto spanduknya (saking keasikan makan). Menurut beberapa sumber yang saya baca, tempat ini sering penuh kedatangan pembeli. Untungnya saat saya datang, keadaan sedang hujan dan macet dimana-mana (percaya atau ga, macet di Medan hampir sama kayak di Jakarta loh menurut saya), jadi Sate Memeng tidak terlalu ramai dan masih ada tempat kosong.

Rasa nya Beda dari Sate Lainnya

Sate memeng
Foto cr: Traveling Yuk

Sate Memeng mempunyai varian daging yang dapat kita pilih. Ada ayam, sapi, hati, usus, sampai campur. Cuma karena saya anaknya cari aman kalau pertama kali coba, saya memilih daging ayam. Kuahnya juga ada pilihannya loh, ada kuah kecap, kuah padang dan kuah kacang. Dan yap karena saya lebih suka sate madura daripada padang, waktu itu saya lebih memilih kuah kacang. Well, sekilas bayangan kalian racikan yang saya pilih tuh rasanya pasti seperti sate ayam madura biasa. But, KALIAN SALAH BESAR! (oke saya agak drama sepertinya).

Potongan dagingnya besar-besar (kadang susah untuk dikunyah), namun bumbunya meresap banget sampai ke dalam. Bumbu di dalam daging ayamnya itu berbeda dengan sate madura, bumbunya terasa pedas, seperti bumbu yang ada pada daging di sate padang (ngerti kan ya maksudnya?). Kalau menurut artikel detik sih bumbu nya campuran pedas cabai, merica, bawang. Terus saat dicampur ke dalam kuah kacang, rasa nya tuh tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Rasa nya beda sekali dengan sate ayam madura. Yang pasti rasanya bikin pengen makan terus menerus. Bahkan saat nenek saya tidak bisa menghabiskan satenya, akhirnya saya yang makan. Well, mudah-mudahan kalian dapat gambaran ya bagaimana rasanya hehe. Untuk sate, dijual dengan harga sekitar Rp25.000/porsi. Tidak terlalu mahal lah ya.

Disini tidak hanya menjual sate, ada satu makanan khas Medan lainnya, yaitu Mie Medan. Saya sempat mencicipi rasanya karena nenek saya memesan, dan tidak mengecewakan sama sekali. Mienya tebal namun lembut dan kuahnya kental kaya rasa. Terdapat kentang rebus, tauge dan telur rebus sebagai isiannya.

Dari semua gambaran diatas, kalian tau dong kalau saya pasti akan datang kesini lagi jika ada kesempatan ke Medan. Saya rekomendasiin banget kalian untuk mampir kesini kalau kalian lagi di Medan. Saya jamin, kalian pasti bakal suka.

Kalau kalian ingin mampir, bisa ke: Jalan Irian Barat No.2, Gang Buntu, Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Semoga bermanfaat ya infonya:)

xoxo,

Naulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *